Anak Agung Indah Swadnyani, Peraih Nilai Tertinggi UN SMA Se Indonesia

 

 

Meraih nilai UN tertinggi se-Indonesia, Anak Agung Indah Swadnyani dengan mudahnya bisa masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali. Bahkan ia tak perlu ikut tes seleksi masuk, karena Rektor Universitas Udayana sendiri yang melamarnya.

“Kebijakan dari Provinsi Bali ditujukan untuk peraih UN tertinggi diberikan apresiasi dengan kesempatan langsung masuk Universitas Udayana. Saya boleh pilih fakultas manapun,” ujar Indah saat ditemui dalam acara Menyingkap rahasia sukses peraih nilai UN 2011 tertinggi se-Indonesia di Kampus Ganesha Operation, Jalan Purnawarman, Senin (13/6/2011).

Merasa dibukakan pintu menuju cita-citanya, Indah pun menyambut tawaran tersebut. “Dari kecil, cita-cita saya ada dua. Ingin jadi dokter atau jadi ahli IT. Karena ada kesempatan masuk Kedokteran, jadi saya lebih pilih itu,” katanya.

Ia menuturkan, menjadi dokter adalah profesi yang mulia karena bisa membantu orang lain. “Belajar kedokteran lalu jadi dokter itu mulia karena dengan ilmu yang kita pelajari kita bisa membantu orang yang membutuhkan,” tutur Indah.

Hasil UN Indah nyaris sempurna, yaitu 59 dengan rincian nilai Matematika 10, fisika 10, Kimia 10, Biologi 10, B.Inggris 9,6, B Indonesia 9,4.

Memiliki nilai yang tinggi, bukan berarti kegiatan Indah hanya belajar dan belajar. Lulusan SMA Negeri 4 Denpasar yang hobi menyanyi dan menari Bali itu bahkan punya band sendiri.

“Sama dengan pelajar lainnya, pasti pernah jenuh belajar. Untuk menghilangkannya saya biasanya refreshing dengan kegiatan seni. Saya suka nari dan nyanyi. Saya punya band, namanya Electric City, alirannya pop, saya jadi vokalisnya,” paparnya.

Perempuan klahiran Denpasar, 17 Januari 1993 itu juga aktif dalam OSIS, dan pernah mengikuti ajang Jegeg Bagus dan menjadi Duta Remaja. Atas Prestasinya itu, tempat bimbingannya, Ganesha Operation juga memberikan beasiswa sebesar Rp 5 juta.

Ia pun membagi tipsnya bisa menjadi Peringkat 1 Nasional UN 2011 tertinggi se-Indonesia. “Rajin berlatih soal, pintar mengatur waktu dan fokus melakukan suatu hal,” katanya. (Qolamul Hasna)

Referensi : http://www.yogyakarta.ganesha-operation.com
Kompas, 17 Mei 2011

 

==========================================================================

 

DIMAS HOKKA

Jadi Dosen saat Masih Duduk di Bangku SMP

Usianya kini 19 tahun. Namun, Dimas Hokka sudah mengukir prestasi mengagumkan sejak belia. Yang paling mencengangkan, ketika masih berusia 13 tahun dan duduk di bangku SMP, dia sudah menjadi dosen.

Raka Mahesa W., Jakarta

Dimas HokkaDimas Hokka

HINGGA kini, Dimas memegang empat rekor Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia). Yang pertama dia pecahkan saat masih duduk di kelas enam sekolah dasar (SD). Yaitu, rekor menghitung lebih cepat daripada kalkulator.

Kedua, Dimas mengukir rekor Muri dalam memprediksi tanggal, bulan, serta tahun lahir seseorang menggunakan aritmatika. Ketiga, memprediksi biografi seseorang menggunakan ilmu aritmatika.

Terakhir dan yang paling membuat orang geleng-geleng kepala adalah menjadi dosen ketika usianya masih 13 tahun. Saat itu, dia masih duduk di bangku kelas 2 SMP di Semarang. Dia mengajar bahasa Inggris di Universitas 17 Agustus Semarang.

Hebatnya, semua keahlian tersebut tidak diperoleh dari lembaga pendidikan, tapi belajar secara otodidak. Saat ini, Dimas kuliah di Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Indonesia (UI), semester dua.

Pada rekor pertamanya, dia mampu memecahkan hitungan penjumlahan angka tiga digit sebanyak 43 baris dalam waktu dua detik. ”Kemampuan berpikir manusia jauh di atas mesin kalkulasi apa pun. Sayangnya, tidak digunakan maksimal,” ujarnya. Menurut dia, menghitung cepat seperti itu cukup menggunakan bayangan dalam otak.

Sebelumnya, Dimas mengaku pernah mempelajari teknik sempoa. Namun, karena dinilai kurang cepat, dia kemudian menggunakan cara yang dikembangkan sendiri, sehingga dapat menghitung hanya dalam hitungan detik. ”Kalau tidak dikembangkan, ya sama saja dengan yang lain,” ujarnya.

Lain lagi untuk rekor kedua yang berkenaan dengan bahasa logika 1 dan 0. Seperti pesulap, dia mampu menghitung tanggal lahir, bulan, dan tahun menggunakan langkah logis, aritmatika, dan bahasa logika.

Cara kerjanya, seseorang hanya perlu menjawab iya atau tidak atas pertanyaan yang dia ajukan. Jawaban ya untuk 1 dan tidak untuk 0 atau sebaliknya. Kemudian, dari jawaban tersebut, dirinya akan membentuk sebuah grafik dari fungsi x di mana dia akan memilih daerah dengan probabilitas terbesar.

Bila grafik matematika biasa dibuat ke arah kanan atau maju, dia memulai grafik dari akhir ke mula (belakang ke depan) atau menarik mundur garis yang diciptakan pada grafik. Hasilnya adalah angka kelahiran seseorang.

Tak ingin berhenti menggunakan kemampuan yang dimiliki, Dimas mulai mengutak-atik lagi angka-angka yang biasa dia mainkan. Kali ini untuk mengetahui riwayat hidup seseorang.

Bukan hanya tanggal lahir, kini nama seseorang yang sedang kita pikirkan atau bagaimana perasaan kita bisa ditebak menggunakan bahasa logika 1 dan 0. ”Semua menggunakan logika dan langkah-langkah yang benar,” ungkapnya.

Permainan angka memang salah satu favorit dia. Namur, hari-harinya tak selalu dilewatkan untuk mengutak-atik ang­ka dan menjadi kutu buku. Pemuda itu tumbuh layaknya remaja biasa dengan berbagai aktivitas menyenangkan. Misal­nya, menonton film dan membaca.

Merasa kurang nyaman ketika menonton film berbahasa Inggris karena setiap menonton harus terganggu teks, dia kemudian memulai lagi petualangan baru. Bukan lagi masalah angka, tapi kali ini bahasa Inggris.

Les bukanlah jalan yang dia ambil. Dia mengaku lebih senang mempelajari semua dari buku. ”Buku kan banyak. Mengapa harus les?” ujarnya.

Sedikit demi sedikit dia mengembangkan kemampuannya dalam hal bahasa Inggris. Sebagai langkah awal, Dimas mendengar dan melihat adegan film tanpa melihat teks. Baru kalau tidak mengerti, dia akan melihat teks atau mencarinya di kamus. Sebab, terkadang teks film tak selalu sama dengan arti sebenarnya.

Di bidang satu ini pun kemampuannya berkembang pesat. Dalam waktu singkat dia berhasil menguasai bahasa Inggris secara utuh, mulai percakapan, pola kalimat, hingga perbendaharaan kata. (Qolamul Hasna)

sumber : jawapos, 23 Juni 2010

Share your opinion here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s