SUKSES MENJADI MAHASISWA BARU

Menjadi mahasiswa baru dan menghadapi tempat baru serta kakak-kakak kelas yang asing? siapa takut!! Tentunya dengan persiapan yang baik dan matang, menjadi mahasiswa baru bukanlah sesuatu yang sulit, apalagi dengan adanya kegiatan OSPEK tidak akan membuat kita ketakutan apabila semua sudah dipersiapakan.

Mau tahu apa saja persiapan untuk sukses menjadi mahasiswa baru?
yuk, simak beberapa tips berikut ini.

Pertama, Anda harus memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Konsekuensinya, Anda harus selalu rajin bertanya, baik melontarkan pertanyaan-pertanyaan informatif maupun pertanyaan-pertanyaan kritis dan skeptis. Jawaban atas tiap pertanyaan dapat Anda peroleh langsung dari dosen-dosen Anda sendiri, di samping dari dosen-dosen/orang-orang lain, serta dari buku-buku, media massa cetak (MMC), internet, dan sumber-sumber lain. Mahasiswa yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar pastilah senantiasa haus dan lapar bacaan (buku-buku dan MMC). Selama ini sangat banyak mahasiswa yang suka mencari-cari dalih, tak membaca karena harga buku dan MMC mahal. Padahal, di perpustakaan-perpustakaan jurusan, fakultas, universitas, kampus-kampus lain, dan di perpustakaan umumpun sangat banyak buku dan MMC yang bebas dibaca tanpa bayar. Juga tak ada larangan membaca buku dan MMC di toko dan pasar buku, di pameran buku, serta di lapak koran. Tak berlebihan bila di sini saya nyatakan dengan tegas, orang yang tak suka membaca dan menulis tak layak menjadi mahasiswa.

Untuk menjawab berbagai pertanyaan informatif, kritis, dan skeptis Anda, Anda juga harus membaca buku-buku tentang metode membaca cepat dan efektif serta strategi jitu belajar di perguruan tinggi. Baca juga buku-buku tentang pendidikan, terutama pendidikan tinggi. Sangat perlu pula Anda membaca buku-buku lain seperti karya-karya sastra bermutu tinggi, baik yang klasik maupun yang kontemporer, buku-buku filsafat, logika (termasuk logika bahasa), sejarah, dan biografi tokoh-tokoh ternama yang baik dan jahat. Dengan bacaan yang sangat luas dan beraneka, Anda tak ‘kan terkurung dalam sebuah “gua” (Anda tak menganut paham guaisme).

Untuk memperkaya kosa kata dan pengetahuan umum Anda, rajinlah membuka berbagai kamus umum dan khusus serta ensiklopedia umum dan khusus. Tekunlah mengikuti perkembangan daerah, nasional, dan internasional dari berbagai media massa. Buktikanlah anggapan banyak orang selama ini bahwa mahasiswa memang tergolong orang yang serba tahu, bak kamus dan ensiklopedi bergerak (berjalan). Ada ungkapan lama yang terkenal, Anda adalah apa yang Anda baca. Ungkapan baru berbunyi, Anda adalah apa yang Anda baca dan tulis. Anda adalah apa yang Anda ucapkan dan tuliskan. Sejak kini perlakukanlah bacaan sebagai kebutuhan primer, seperti halnya makan-minum. Anda harus yakin, tanpa membaca banyak buku dan MMC, hidup Anda tak normal. Secara intelektual Anda tergolong orang sakit-sakitan karena kurang “gizi”. Anda harus sangat bangga bila dijuluki “kutu buku”.

Dari dulu hingga sekarang, bila diibaratkan dengan buku, kuliah di ruang kuliah hanyalah bab pendahuluan alias bab satu, sedangkan bab-bab selanjutnya harus Anda cari dan pelajari sendiri di luar jam dan ruang kuliah. Ilmu pengetahuan yang akan Anda miliki kelak pastilah sangat minim bila cuma mengandalkan materi kuliah di ruang kuliah. Mengandalkan catatan kuliah belaka, apalagi pintar menyontek sewaktu ujian, mungkin bisa saja membuat Anda berhasil meraih nilai bagus (A atau B). Mahasiswa seharusnya bukan menghafal bahan kuliah, melainkan mengingat, mengerti, dan memahaminya dengan baik. Dengan demikian, Anda sanggup memanfaatkan ilmu pengetahuan tersebut dalam memahami dan menganalisis realitas yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Tidak hanya itu, yang terpenting ilmu pengetahuan yang Anda peroleh harus berguna bagi kehidupan Anda sehari-hari, terutama dalam memecahkan berbagai masalah yang Anda hadapi.

Kedua, Anda harus mampu menentukan skala prioritas kegiatan sehari-hari. Prioritas pertama dan terutama Anda pastilah kegiatan akademik, yakni kuliah, berdiskusi (formal dan informal), mengerjakan tugas-tugas, membaca buku-buku wajib dan anjuran serta mencari bahan-bahan rujukan dari sumber-sumber lain yang berkaitan langsung dengan tiap mata kuliah. Sebaiknya Anda tak perlu mengikuti SP (bukan “semester projek” melainkan semester pendek) atau SAT (semester alih tahun) karena tidak/kurang alamiah.

Biasakan menyelesaikan tugas kuliah sebelum tenggat waktu tiba. Kerjakanlah apa yang dapat Anda kerjakan sekarang, sebab nanti kita tak tahu apa yang terjadi. Jangan terapkan pola belajar “SKS” (“sistem kebut semalam”) atau pola 1 x 3, tapi harus 3 x 1 (seperti makan obat saja). Jangan pernah mengeluh terhadap tugas-tugas yang diberikan tiap dosen tiap minggu. Ini konsekuensi logis pilihan Anda sendiri. Lagi pula semua kegiatan akademik yang Anda ikuti dan kerjakan dengan tekun dan baik bukanlah demi kepentingan dosen dan orang tua atau pihak lain, melainkan untuk masa depan Anda sendiri. Oleh karena itu, dalam mengerjakan semua kegiatan akademik, jangan pernah menipu diri sendiri, misalnya menjiplak tugas teman, atau tugas Anda dikerjakan oleh orang lain, dan “titip paraf” alias “paraf siluman” pada daftar hadir kuliah. Praktik-praktik manipulatif dalam dunia akademik menciptakan Anda menjadi manusia semu dan sekaligus calon penjahat atau penipu. Bila sewaktu berstatus mahasiswa saja pun sudah biasa berbohong, menipu, menyontek, menjiplak, dan mencuri (apalagi kalau tanpa merasa bersalah), lalu bagaimana kelak bila Anda telah berstatus pekerja atau pemimpin di mana pun?

Prioritas kedua tentulah aktif berorganisasi, terutama organisasi kemahasiswaan di dalam kampus, yang biasa disebut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), termasuk UKM di bidang kerohanian. Pengalaman berorganisasi selama kuliah sangatlah besar manfaatnya kelak, terutama ketika Anda sudah bekerja. Akan tetapi perlu Anda camkan kembali, jangan pernah menjadi mahasiswa “Jurusan UKM” (mahasiswa yang rajin ke kampus hanya untuk aktivitas UKM, bukan kuliah). PT di mana Anda kuliah pasti tak pernah mengeluarkan ijazah “sarjana UKM”.

Sebaiknya Anda jangan terjun ke dunia politik praktis atau menjadi anggota partai politik (Parpol), agar Anda tak menjadi perpanjangan tangan Parpol di kampus. Anda haruslah menjadi aktivis yang independen. Akan tetapi Anda tak boleh buta politik, baik politik secara teoretis maupun secara praktis. Anda harus tekun membaca buku-buku, artikel-artikel, dan berita-berita politik daerah, nasional, dan internasional, agar Anda tak menjadi korban para politikus. Anda tak mungkin menyandang predikat agen pembaruan (perubahan) bila Anda buta politik. Skala prioritas kegiatan-kegiatan harian berikutnya? Silakan tentukan sendiri sajalah!

Ketiga, Anda harus idealis (bercita-cita tinggi) dan berperilaku baik. Anda harus membiasakan diri hidup dengan sportif, jujur, disiplin, berani, sopan, rendah hati, ramah kepada siapapun, bersikap kritis dan skeptis. Anda harus berani berkata jujur kepada siapapun, terutama terhadap diri sendiri. Sebagai insan akademik, Anda perlu membiasakan diri menerapkan komunikasi konteks tinggi (bicara terus terang, langsung ke tujuan), kecuali bila Anda berhadapan dengan orang-orang yang berbudaya komunikasi konteks rendah (suka bicara berputar-putar dan eufimistis).

Anda harus disiplin, baik yang menyangkut manajemen waktu dan kegiatan, disiplin berpikir dan berbicara, disiplin berbahasa (mampu berbahasa nasional, internasional, dan daerah dengan baik, benar, dan indah), dan disiplin irama hidup, termasuk menjaga kesehatan jasmani, rohani, emosi, dan sosial. Kampus PT pastilah bukan tempat bersantai-santai, berleha-leha, bermalas-malasan, dan pasti bukan tempat jual-beli barang-barang haram. Dengan demikian kita mengharapkan, Anda kelak menjadi sarjana cerdas, bermoral, bermartabat, beradab, dan siap bekerja di bidang yang relevan, termasuk berwirausaha, di man pun.

Keempat, Anda harus peka terhadap lingkungan, mulai dari lingkungan terdekat dan terkecil hingga lingkungan terjauh dan terbesar. Sebagai bagian dari agen perubahan, Anda mesti tanggap terhadap lingkungan alam dan sosial, baik yang kecil, sedang maupun yang besar. Contoh kecilnya, memadamkan lampu di kamar kecil dan ruang kuliah yang sudah kosong. Anda juga mesti tanggap terhadap situasi dan perkembangan negara kita, terutama keputusan-keputusan pemerintah pusat dan daerah, keputusan-keputusan DPR dan DPRD, dan keputusan-keputusan lembaga-lembaga negara lainnya, serta perilaku dan tindakan para pengusaha. Kontrol dan kritiklah pemerintah yang tak becus mengurus rakyat. Lakukanlah hal yang sama terhadap lembaga-lembaga negara, parpol-parpol, dan lembaga-lembaga nirpemerintah (LSM) yang tak peduli terhadap rakyat. Anda harus bersikap kritis dan skeptis terhadap isi sajian media massa.

Anda juga harus militan (gigih) memperjuangkan nasib mereka yang menjadi korban pemiskinan atau marginalisasi, korban penindasan, korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM), korban tindakan sewenang-wenang, korban pembangunan, korban malpraktik, korban media apapun, dan sebagainya. Ini dapat Anda lakukan melalui lembaga-lembaga kemahasiswaan di dalam dan diluar kampus atau melalui LSM di mana Anda aktif. Selain itu Anda bisa berjuang gigih pula melalui media massa. Anda tentu dapat rutin menulis surat, artikel opini, feature news (berita khas), dan resensi buku di MMC, di samping lewat internet (misalnya blog pribadi Anda). Ini wujud ekpresi dan aktualisasi diri Anda sekalian mencari uang dengan terhormat dan terpelajar. Boleh juga Anda berdemonstrasi, tetapi caranya harus santun, bermartabat, tidak brutal dan anarkistis, apalagi bertindak kriminal, seperti yang kerap kita saksikan di layar televisi.

Peka lingkungan juga berarti, Anda harus tekun memelihara kelestarian dan kebersihan lingkungan, baik lingkungan dalam kampus maupun lingkungan luar kampus. Sikap dan perlakuan Anda terhadap lingkungan menunjukkan tinggi-rendahnya kedewasaan dan keterpelajaran Anda.

Kelima, Anda harus rajin dan jangan pernah sungkan berkomunikasi dengan dosen-dosen di fakultas/jurusan/PS Anda. Oleh karena jumlah mahasiswa di PT-PT umumnya, dan di PTN-PTN besar khususnya, terlalu banyak, komunikasi dan pendidikan berlangsung massal. Hanya sedikit sekali mahasiswa yang dikenal dan terperhatikan dengan baik. Jadi, Anda harus rajin mengobrol/berdiskusi informal dengan para dosen di luar jam kuliah. Berakrab ria dengan para dosen sama sekali bukan dalam rangka “menjilat” dosen (supaya dapat nilai bagus). Jangan pernah “berlidah tebal yang berwarna biru-kehitam-hitaman” karena rajin “menjilat” para dosen! Jadikanlah para dosen sebagai guru, orang tua, dan sekaligus sahabat karib yang terpercaya, yang dapat dijadikan mitra sejajar dalam belajar dan berbagi ide serta pengalaman. Nah, agar dosen mau menerima Anda dengan senang hati, maka Anda haruslah selalu tampil dan berpakaian rapih dan bersih (meskipun sederhana), dan beretiket (bersopan santun). Ini termasuk komunikasi nonverbal. Penampilan, dandanan dan pakaian yang Anda kenakan tergolong pesan nonverbal. Kesan pertama orang lain terhadap Anda pastilah ditentukan oleh penampilan fisik (luar) Anda, terutama dandanan, busana, cara berpakaian, dan gerak tubuh Anda. Sebelum menjadi pembicara yang baik, Anda terlebih dahulu harus menjadi pendengar yang baik (cepat menyimak dan perseptif).

Rajinlah berkomunikasi dengan dosen wali! Bila ada masalah apapun, aktiflah berkonsultasi kepada dosen wali dan dosen-dosen lain serta mahasiswa-mahasiswa senior yang Anda percayai!

Biasakanlah berpikir positif terhadap siapapun dan apapun. Jadikanlah selalu tiap pengalaman sebagai guru terbaik, baik pangalaman baik (sukses) maupun pengalaman buruk (gagal), baik pengalaman sendiri maupun pengalaman orang lain. Dalam hal ini sangat relevan Anda belajar dari kisah para tokoh ternama dunia dan nasional/daerah, baik yang berperilaku sangat manusiawi maupun yang sebaliknya. Perilaku baik/buruk mereka tentu dapat menjadi guru terbaik bagi Anda.

Keenam, Anda perlu belajar wirausaha, baik teori maupun praktiknya. Manfaatkanlah masa libur/waktu luang untuk mencari pengalaman bekerja, kalau bisa di bidang usaha yang sesuai dengan fakultas/jurusan/PS Anda. Jangan pernah malu menjadi kuli, pekerja “kotor”, pesuruh, atau menjadi pedagang kecil. Bila tiba-tiba, misalnya, orang tua/penyandang dana tak sanggup lagi membiayai hidup dan kuliah Anda, tentu Anda tak perlu gagal dalam studi. Janganlah pernah meminta-minta belas kasihan teman atau siapapun. Pokoknya jangan pernah menjadi pengemis meskipun tiba-tiba uang kiriman dari orang tua/penyandang dana terhenti total. Anda harus segera mencari nafkah sendiri, bekerja apa saja asal halal. Jangan pernah menjadikan kemiskinan sebagai alasan untuk tidak kuliah atau tidak jadi sarjana. Salah satu peluang mencari uang tanpa menggangu jam kuliah tentulah menulis artikel opini, resensi buku, dan berita khas di MMC. Dengan semangat wirausaha yang menggebu-gebu, Anda pasti bisa melanjutkan kuliah dengan biaya sendiri. Di mana ada kemauan di sana ada jalan. Bila selama kuliah Anda sudah terbiasa berwirausaha, percayalah, Anda tak ‘kan pernah menjadi sarjana ‘nganggur. Ini pasti.

Para mahasiswa baru, bangga dan bersukacitalah menjadi warga akademik di fakultas/jurusan/PS Anda, tapi jangan pernah angkuh! Orang tinggi hati akan direndahkan, dan sebaliknya. Ingatlah, kalau Anda merasa pintar, masih sangat banyak mahasiswa lain yang jauh lebih pintar daripada Anda. Bila Anda merasa ganteng/cantik, yakinlah, masih banyak mahasiswa lain yang jauh lebih ganteng/cantik daripada Anda. Jika Anda, eh, orang tua Anda, kaya harta dan terpandang, percayalah, masih banyak orang tua mahasiswa lain yang jauh lebih kaya harta dan terpandang daripada orang tua Anda sendiri.

Selamat menjadi mahasiswa baru! Selamat bergabung dan belajar bersama para dosen dan mahasiswa lama di kampus Anda! Selamat bekerja keras dan belajar tekun! Anda pasti sukses! Percayalah!***

Share your opinion here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s