Pernah dalam kondisi dimana tadinya kamu ngerasa nggak kuat, tapi setelah bertahan dan berjuang, ternyata nikmatnya bukan kepalang?

Rasanya persis ketika kamu kerja keras banting buku (kalau tulang, sakit sih…) buat ngadepin ujian pelajaran favorit kamu. Pelajaran favorit dimana kamu selalu sukses menggaruk-garuk kepala pertanda nggak ngerti pelajarannya. Pelajaran favorit untuk bingung bahkan ada yang favorit untuk bolos. Udah waktu di kelas pelajarannya nggak paham, di luar kelas malah kelayapan maen sampe begadang! (Perhatian…perhatian… Mohon ditiru kalo kamu pingin nilaimu bikin malu…).

Beda banget ama mereka yang punya impian. Menghadapi pelajaran favorit ini, mereka nggak akan tinggal diam apalagi tinggal main. Mereka akan berjuang sampe titik darah penghabisan! Gunung buku kan didaki, samudera soal kan diseberangi. Kalo perlu buat target tambahan: belajar khusus pelajaran favorit itu tiap malem Ahad dari jam 20!! (Daripada kelayapan malem-malem malah masuk angin?).

Awalnya udah kebayang bakal bersimbah keringat (kasihan ya? Udah simbah-simbah, masih keringetan pula…). Eh ternyata, malah asyik belajar sampai tidur pun tak sempat! Nggak terasa waktu belajar terasa begitu cepat. Baru asyik latihan soal halaman 22, ternyata sudah jam 23! Tadinya jam 21, mata udah nggak kuat. Kepala udah manggut-manggut. Manggut-manggut karena ngerti? Bukan… Bukan karena ngerti. Tetapi karena nahan ngantuk…

Tiba-tiba teringat! Impian di sekolah menjadi peringkat pertama! Sampai dapat diterima di perguruan tinggi tanpa ujian dan mendapat beasiswa! Terbayang wajah bangga orang tua yang selalu bekerja keras tiap harinya! Impian mendapatkan nilai 9, nggak bakal kalo cuma dengan ngerjain soal sampai jam 9. Walhasil, mau naruh bolpen terus tidur, rasanya kok berat. Mending lanjut ngerjain soal sampai dapat. Kok bisa? Itulah rasa lezat yang muncul dari impian yang kuat. Subhanallaah! Allah Maha Hebat!

Rasa nikmat itu sama seperti yang dirasakan seorang atlet lari. Mister Mihalyi pernah nyebutin di bukunya yang berjudul “Flow”, kalo seorang atlet itu akan merasakan suatu kondisi dimana ia penuh semangat dan nikmat seakan nggak ada rasa selain bahagia ketika dia berjuang dan memenangkan kejuaraan.

Tapi justru di saat itulah dia merasa sangat nikmat karena dapat memenangkan kejuaraan lari. Rasanya sangat puas ketika dadanya menyentuh pita “finish” di ujung lintasan. Rasanya luar biasa bahagia ketika dapat berdiri di atas podium ber-angka-kan satu sambil menerima kalung medali. Rasanya nikmat meski untuk berdiri aja kakinya udah nggak kuat. Itulah impian! Impianlah yang menopang kakinya, badannya, jiwanya untuk terus berdiri dan berlari! JADI TUNGGU APALAGI? YAKINKAN IMPIAN, KUNCI ‘TUK MASA DEPAN!! (DD)

2 responses »

  1. Sip mengatakan:

    Ayo semangat!

Share your opinion here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s