Inilah ‘penyakit’nya saat ujian di hadapan: kerongkongan tiba-tiba menjadi kering. leher serasa tercekik. dahaga melanda, dengan tiba-tiba.

Untungnya, ia telah menemukan solusi dari masalahnya. Yap, haus yang datang bisa hilang dengan air putih/bening. Maka, ia pun rajin menenteng sebotol air putih yang telah dimasak. gugup hilang, haus pun hilang.

Hingga suatu kali…
Lupa menghinggapinya.Botol airnya tertinggal, dan ia baru sadar setelah beberapa menit lagi ujian dimulai! Padahal ini adalah ujian yang menentukan kelulusan. Aduh, gimana dong?
Sindrom kecemasan pun segera melandanya. Kerongkongan kering, seakan mencekik lehernya. Keringat mengucur deras, membasahi pakaiannya. Arrghgh..!!!

Tapi, semangat ‘sukses’-nya berontak. Ia tak mau menyerah begitu saja. Pikirannya sibuk mencari cara, sebelum bel masuk berdentang.
Akhirnya, aha itu datang. lampu di kepalanya menyala terang.

Segera ia mencari kran terdekat. lalu tangannya dengan gesit memutar pegangan kran. Air pun mengucur deras. Kedua tangannya segera menadah, menampungnya. lalu, bismillah, masuklah air kran itu di kerongkongannya. air yang jernih dan bebas karat itu memang terasa sedikit aneh (maklum, belum dimasak), tapi ia yakin insyaalah ia akan baik-baik saja.
perlahan, haus yang melanda hilang. termasuk rasa gugupnya. Ia pun siap menghadapi ujian penetuan.

Alhamdulillah, saat pengumuman datang, ia dinyatakan LuLus, dengan nila memuaskan. Allaahu akbar!!!

Share your opinion here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s